Podcast 1: 2 TIPS Ampuh Belajar Bahasa Inggris

Pada podcast kali ini, saya akan Sharing tips dari pengalaman yang tidak saya dapatkan dalam belajar bahasa Inggris yaitu dari SD, SMP dan SMA. Dasar dari belajar bahasa Inggris adalah tenses yang sangat penting. Misalnya dalam membuat sebuah kalimat. Struktur yang paling penting yaitu penggunaan tenses sesuai dengan waktu yang digunakan. Contoh: I’m studied yang artinya saya diajarkan. Harusnya adalah I studied tanpa penggunaan ‘am’, karena kalimat ini adalah kalimat pasif.

podcast 320x2

MY STORY

Pentingnya belajar dari basic atau dasar, yaitu belajar tenses. Belajar dari membuat kalimat simple atau sederhana dalam membuat sebuah kalimat, misalnya: kalimat present tense I study, jadi present continuous: I’m studying, atau past tense: I studied. Semakin tahu pola suatu kalimat, akan mudah dipelajari lebih lanjut dalam memahami waktu yang digunakan oleh sebuah kalimat atau paragraf.

Hal yang tidak diinginkan ketika mengerjakan sebuah soal adalah ‘guessing’ atau main kira-kira. Namun, saat kita tahu dasar struktur dalam kalimat yang digunakan maka hal ini akan membantu selain untuk memastikan jawaban, bisa juga memangkas waktu pengerjaan.

Analoginya saat belajar memancing, ada beberapa bagian atau step dalam memancing yang wajib diketahui. Karena untuk mendapatkan ikan yang besar dalam memancing, tidak bisa hanya menggunakan kail dari bambu dan senar pancing yang biasa misalnya. Ada beberapa langkah yang harus dipelajari, contohnya cara memegang pancing yang benar, memilih pancing, memasang umpan, menilai ikan hasil tangkapan dan cara melempar kail. Beberapa contoh langkah ini harus dipelajari jika ingin mendapatkan ikan yang lebih baik daripada hanya sekedar mancing.

Kita membutuhkan waktu lama ketika tidak menyukai sebuah bahasa, atau kebalikannya. Ketika menyukai sebuah bahasa hanya membutuhkan waktu singkat. Namun tidak singkat hanya seminggu, dua minggu, setidaknya butuh waktu beberapa bulan untuk menguasainya.

Awal cerita saat memasuki kuliah di Sastra Inggris di Universitas Airlangga, saya memilih Sastra Inggris karena saya ingin belajar bahasa Inggris. (Baca: Siapa itu Okta) Awal belajar di sana, saya kembali belajar Structure, Auditory, Reading, dan Writing. Beberapa pelajaran dasar yang kembali lagi harus dipelajari dan tidak dapat melompat langsung belajar Speaking. Artinya ada pola yang harus diikuti, sebelum ke tahap selanjutnya dalam belajar bahasa baru.

Saat belajar Structure 1, saya belajar kembali tentang pelajaran di SMP dan SMA yaitu tenses. Pada saat itu bisa dikatakan saat itu saya down atau pesimis untuk mengikuti pelajaran yang lain. Contohnya pelajaran AUditory 1, saat dosennya bisa dibilang sangat rigid atau ketat dalam memperhatikan penggunaan bahasa Inggris mahasiswanya dalam berbicara. Alhasil, dalam perkuliahannya hal ini memicu saya untuk menyumbangkan nilai D pertama pada semester awal pada pelajaran Auditory 1. Bisa dikatakan pada semester 3 harus mengulangi kembali. Saat akhir semester, saya berharap mendapatkan IPS (Indeks Prestasi Semester) perdana, 2,5. Sontak hal ini membuat saya down. Jauh dari apa yang saya harapkan pada waktu itu.

Kemudian, saya memulai untuk move on. Jika tetap seperti ini, saya akan tetap down. Kemudian merubah kebiasaan yang awalnya hanya menyukai musik dalam negeri, saat itu masih booming lagu Ungu album pertama dan muncul album D’massive pada tahun 2008 akhir. Namun, saya mencoba memutar lagu baru, lagu berbahasa Inggris. Meminta beberapa salinan musik dari teman pada MP3 player saya.

Apakah ada manfaatnya? Secara tidak sadar ada. Misal dalam suatu kasus, saya mendapati pelajaran mengarang dalam bahasa Inggris dan agak kesulitan untuk menemukan kata-kata. Namun, saat tiba-tiba stak atau tidak bisa berpikir lagi, saya mencoba tenang dan mengingat-ingat lirik lagu yang saya suka dan mengaplikasikannya. Dan percayalah itu sangat membantu saya.

Yaitu pada saat UTS pelajaran Reading. Saat itu masih ingat dikepala saya, pada soal uraian harus merangkum intisari paragraf dalam bahasa Inggris. Sontak, saat itu juga saya blank atau bingung mau menuliskan apa. Karena kosa kata yang minim dan jarang berinteraksi dengan kata-kata bahsa Inggris. Nah, efek dari musik membantu. Musik yang sering saya nyanyikan kemudian saya aplikasikan liriknya dalam membuat sebuah kalimat. Seperti contohnya: “Why do you love me?” lirik ini saya aplikasikan membuat sebuah kalimat, “It means that why does she love us”. Beberapa lirik yang saya hapal, kemudian saya modifikasi untuk dapat merangkai sebuah kalimat dalam memulai apa yang ingin saya tulis saat mengerjakan UTS.

Namun, bagaimanapun untuk memahaminya adalah TENSES. Mengapa? karena jika saja saya membuat kalimat tanpa memikirkan tenses yang digunakan apa jadinya? Langsung saja disalahkan dosen. Misalnya, “It mean that why does she loved us”. Kalimat ini memang make sense atau bisa dipahami, bahkan saat berbicara dengan orang lain pasti paham maksudnya. Tapi, jika dilihat dalam struktur kalimatnya, jelas salah. Dimana penggunaan akhiran s/es untuk subyek tunggal, dan juga setelah does adalah kata kerja (verb) bentuk pertama bukannya “loved” dalam bentuk ‘past’.

Saat belajar structure dari Structure 1, 2 dan 3 aya tetap belajar tenses, namun tingkatannya lebih rumit. Pada Structure 4 lebih kompleks, yaitu pelajaran mengerjakan soal-soal seperti SNMPTN atau TOEFL. Kembali lagi, ternyata Tense sangat membantu dalam meminimalisir kesalahan yang ada. Ketika kita tidak tahu pola tenses, pasti akan guessing dalam menjawab soal.

Ringkasan dari Podcast ini:

2 TIPS Ampuh Belajar Bahasa Inggris:

Tips pertama, mendengarkan lagu bahasa Inggris sangat efektif untuk mempersingkat waktu dalam belajar bahasa Inggris. Bisa juga membantu dalam merangkai beberapa kalimat dalam bahasa Inggris.

Tips kedua, mempelajari Tenses. Hal ini dapat meminimalisir kesalahan pemilihan jawaban, mempermudah memahami pola waktu yang digunakan soal dan memangkas waktu pengerjaan soal.