Beasiswa Apa yang Cocok Untuk Anda ?

Beasiswa S2 dan S3

Pada kesempatan ini saya ingin sharing sedikit tentang tujuan beasiswa apa yang akan kita ambil nantinya. Namun artikel ini akan saya batasi pada beasiswa strata dua atau pascasarjana dan doktoral. Seperti yang sudah saya tulis di artikel sebelumnya jika ada beberapa beasiswa yang bisa dimanfaatkan untuk meneruskan cita-cita meraih pendidikan yang lebih tinggi dengan mendaftar beasiswa yang ada, baik keluar atau dalam negeri. (Baca Lengkapnya disini: Beasiswa S2 & S3)

Informasi beasiswa s2 dan s3 home

Beberapa Beasiswa S2/S3

Berikut ini ada beberapa beasiswa yang bisa Anda jadikan pertimbangan untuk didaftarkan. Beberapa diantaranya beberapa beasiswa baik luar atau dalam negeri, yaitu:
1. LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) – Beasiswa ini sendiri memiliki tiga jenis kategori, yaitu:

a) Beasiswa S2 & S3 (dalam dan luar negeri)
b) Beasiswa Afirmasi
c) Beasiswa Presidential
d) Beasiswa Tesis & Disertasi
e) Beasiswa Spesialis Kedokteran

Bisa dicek persyaratan detailnya di link ini -> Beasiswa LPDP

2. Beasiswa AAS (Australian Awards Scholarship) – Beasiswa yang merupakan kerjasama antara negara Australia dan Indonesia. Beasiswa yang disediakan untuk s2 baik cousework dan research atau gabungan keduanya, dan s3.

Bisa dicek detailnya di link ini -> Australia Awards Scholarship

3. Fullbright – Beasiswa yang diberikan oleh Amerika Serikat melalui AMINEF (Amirican Indonesian Exchange Foundation). Sedikit informasi jika beasiswa ini memiliki seleksi yang ketat, baik dalam penguasaan bahasa yang disyaratkan dan latar belakang pendidikan sebelumnya. Menyediakan beasiswa S2 dan S3.

Bisa dicek detailnya di link ini -> Amirican Indonesian Exchange Foundation

4. Chivening – Beasiswa yang diberikan oleh negara Inggris kepada negara yang berkembang termasuk Indonesia. Besiswa ini tidak diberikan oleh sembarang pelamar, yaitu pelamar harus memiliki pengalaman kerja minimal selama dua tahun. Beasiswa ini menawarkan pendidikan S2 dan S3.

Bisa dicek detailnya di link ini -> Beasiswa Chivening

5. StuNed – Beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Belanda untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. Setiap tahunnya ada 200-250 beasiswa penuh yang ditawarkan, baik untuk beasiswa S2 dan S3, short course, atau training.

Bisa dicek detailnya di link ini -> Beasiswa StuNed

6. Erasmus Mundus – Beasiswa ini merupakan beasiswa luar negeri untuk negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa. Beasiswa ini berupa internship, beasiswa S2 dan S3.

Bisa dicek detailnya di link ini -> Beasiswa Erasmus Mundus
*Bisa dibaca kembali podcast alumni dari beasiswa ini, Mahayu Firsty disini

7. Monbukagasho / Mext – Beasiswa ini merupakan kerja sama bilateral antara negara Jepang dan Indonesia dan diperuntukkan bagi lulusan SMA yang ingin melanjutkan kuliah S1, Teacher Training (Khusus bagi guru yang ingin meningkatkan kualitas pengajaran, minimal memiliki 3 tahun pengalaman mengajar untuk melamar) Beasiswa S2 dan S3 (Beasiswa ini dikategorikan juga ada beberapa jalur, seperti University to University (U2U), kedutaan Jepang di Indonesia)

Bisa dicek detailnya di link ini -> Beasiswa Monbukagasho / Mext

8. NZ-ASEAN Sholar Awards – Beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah New Zealand kepada pelamar dari Indonesia yang menunjukkan jiwa kepemimpinan dan keunggulan akademik dari sektor publik maupun swasta. Beasiswa ditawarkan untuk S2 dan S3.

Bisa dicek detailnya di link ini -> NZ-ASEAN Sholar Awards

Sebenarnya masih banyak beasiswa yang ditawarkan, seperti beasiswa individual yang diberikan Universitas tertentu. Informasi yang saya tulis di atas adalah sebagai jalan buat Anda yang ingin meneruskan atau sedang mencari beasiswa yang tepat. Masing-masing beasiswa memiliki kriteria yang pastinya berbeda satu dengan lainnya. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin melamar sebaiknya langsung saja menuju link yang telah disematkan pada setiap beasiswa.

Secara garis besar beasiswa di atas merupakan beasiswa yang mainstream bagi pelamar di Indonesia. Oleh karenanya Anda bisa dnegan mudah mencari informasi terkait beasiswa-beasiswa tersebut. Namun, kemudian muncullah sebuah pertanyaan yang substansial, yaitu “Beasiswa apa yang cocok bagi saya ?”.

 

Keberuntungan vs Usaha Keras

Oke, kita menuju pada pertanyaan intinya. Pada kesempatan ini saya hanya bisa menyarankan jika saat mendaftar beasiswa bukanlah masalah keberuntungan, karena saya percaya jika tidak ada keberuntungan tanpa adanya usaha keras. Keberuntungan itu adalah bonus bagi usaha keras yang dilakukan. Ada pelamar yang telah 5 kali mendaftar baru dapat, ada yang sekali langsung dapat, ada pula yang selalu gagal. Tapi hal tersebut bukanlah parameter kita tidak layak untuk mendaftar atau tidak.

Saya akan mulai dari sebuah simulasi untuk membuat usahanya lebih mudah:
Jika Anda serius untuk mendaftar beasiswa untuk melanjutkan kuliah baik S2 atau S3 jangan fokus pada satu beasiswa. Memang bisa, tapi jika pendaftaran pertama kita gagal disatu beasiswa jadi kita harus menunggu setahun lagi untuk menunggu program tersebut dibuka kembali. Namun jika kita membuka peluang untuk mendaftar semua program beasiswa di atas, kita memiliki kesempatan lebih besar bukan ? Perbandingannya 1:8.

Akan tetapi apakah jalurnya mudah ? Tentu saja tidak akan mudah. Sudah saya katakan diawal jika setiap beasiswa memiliki kriteria sendiri-sendiri. Ada yang menekankan pada proposal (bagi master by research / S3), ada yang menekankan penguasaan bahasa Inggris (Umumnya sertifikat TOEFL PBT/IBT, IELTS), prestasi yang dimiliki dan lainnya. Nah, hal tersebut juga harus menjadi fokus pertimbangan sebelum mendaftar.

Kedua, jalur pertama telah terbuka dengan kesempatan pada pemetaan beasiswa yang telah dilakukan di atas. Langkah selanjutnya adalah persiapkan berkas-berkas. Salah satu yang paling aman adalah perkuatlah penguasaan bahasa asing, minimal bahasa Inggris dibuktikan dengan sertifikat TOEFL dengan nilai minimal 550 (jika dalam negeri 500) atau IELTS dengan nilai 6,5. Setidaknya dengan nilai tersebut langkah awal kita aman untuk menentukan beasiswa mana yang akan didaftarkan.

Ketiga, persiapkan CV diri kita. Membuat CV yang meyakinkan tidaklah mudah hanya dalam hitungan hari, karena CV tersebut mewakili diri kita untuk mempromosikan apakah Anda layak sebagai calon penerima beasiswa tersebut atau tidak. Anda bisa mencari tahu contoh CV diinternet yang telah menjamur. Salah satunya bisa diunduh CV yang sangat bagus menurut saya yaitu disini Madeandi.com atau sdsafadg.com.

Keempat, pemilihan jurusan yang sejalur. Pemilihan jurusan yang sejalur atau masih linear memberikan kesempatan besar untuk dipertimbangkan. Linear bukan berarti harus sama dengan jurusan sebelumnya, seperti pada contohnya S1 jurusannya Sastra Inggris, namun S2nya mengambil Kajian Budaya dan Media. Ada juga misalnya S1 jurusan Farmasi, tapi S2nya mengambil kedokteran, misalnya pada ilmu gizi atau jurusan yang fokus pada konsentrasi obat-obatan. Namun perlu dipertimbangkan juga jika misalnya S1 awalnya ambil Ilmu Komunikasi, lalu S2nya mengambil jurusan keperawatan. Nah, contoh yang kedua ini sangat jauh sekali dengan latar belakang keilmuan sebelumnya.

Kelima, perhatikan deadline masing-masing beasiswa. Jangan sampai Anda telat untuk mendaftar atau sangat mepet tanggal penutupan. Jadi antisipasi masalah ini dari jauh-jauh hari. Jika diperlukan bisa menulis dalam beberapa daftar kapan beasiswa dibuka, misalnya beasiswa AAS buka dibulan Maret, Beasiswa MEXT di bulan Mei, Beasiswa LPDP dibuka empat kali sepanjang tahun. Jadi hal ini bisa menjadi pemacu diri Anda sendiri untuk memperhitungkan lamaran aplikasi Anda.

Keenam, jangan lupakan relasi baik dengan pembimbing Anda waktu S1. Karena surat rekomendasi beliau sangat dibutuhkan untuk meyakinkan pemberi beasiswa jika Anda memang memiliki istilahnya penjamin untuk melanjutkan sekolah lagi atau jika perlu dosen yang memiliki pangkat yang lebih tinggi misalnya Doktor atau Profesor di kampus Anda.

Ketujuh, jangan lupa untuk berdoa dan hal yang bersifat metafisik lainnya. Usaha Anda akan menjadi berkah jika mendapatkan ridhonya bukan ? Jaid setelah Usaha atau berikhtiar, berdoalah, baru setelahnya bertawakkal. Karena tidak ada seorang pun menjamin Anda bisa lolos tanpa ada campur tangan dari Tuhan.

Oke, itulah simulasi yang bisa saya berikan kepada Anda, calon penerima beasiswa baik S2 atau S3. Persiapkan sedini mungkin dan jangan lupa selalu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris Anda. Jika ada pertanyaan jangan ragu untuk menghubungi saya di email halaman kontak website Tiotoo.com. Jangan lupa juga sebarkan informasi ini untuk teman atau saudara Anda yang membutuhkan informasi pendidikan beasiswa S2/S3.

Cheers!

Okta.